Belajar membuat aplikasi android selain dengan Android Studio

Saat ini banyak sekali beredar aplikasi berbasis mobile untuk perangkat android, ios dan windows phone. perangkat yang digunakanpun semakin bervariasi, mulai dari kalangan anak sekolahan sampai untuk orang tua.

Namun siapa tau ternyata si pembuat aplikasi pun semakin menjamur di mana – mana. Termasuk di indonesia, juga ternyata di Aceh saat ini sudah ada komunitas yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi mobile tersebut.

Aplikasi untuk perangkat mobile masih sangat dibutuhkan perkembangannya, dan masih terbuka lebar peluang bisnis di sektor ini. Mengingat di masa yang akan datang perangkat mobile hampir menjadi perangkat wajib yang dimiliki. Tidak hanya digunakan untuk sms dan telepon saja, namun juga untuk kebutuhan yang lain. Misalnya saja untuk belajar bagi pengguna usia sekolah.

Saat ini hampir sebagian besar siswa memiliki perangkat smartphone berbasis android yang harganya lebih murah. Mulai dari sekolah dasar (SD) sampai tingkat menengah SMP dan SMA.

Untuk para pengembang aplikasi pemula yang masih belum mengenal Android studio dan pemrograman juga sudah dapat memanfaatkan aplikasi pihak ketiga.

Tidak hanya aplikasi sederhana, tapi juga untuk membuat game yang menarik.

Menurut pantauan tim Guru Baru saat ini ada beberapa cara mudah selain pusing dengan android studio untuk dapat membuat aplikasi mobile, misalnya saja pihak intel yang memiliki Intel XDK Developer.

intel_xdk_developer

Intel XDK memungkinkan developer untuk membuat aplikasi jenis web dan hybrid menggunakan teknologi web seperti HTML5, JavaScript, dan CSS3 untuk di banyak platform. Developer dapat menulis satu aplikasi yang dapat berjalan secara lintas platform dan perangkat mobile tanpa perlu melakukan modifikasi.

Intel XDK mendukung semua platform besar saat ini seperti Microsoft Windows, OS X, dan Ubuntu Linux. Tool ini memberikan developer sebuah alur kerja yang lengkap untuk pengembangan, debugging, pengujian, dan deploy aplikasi mereka pada perangkat berbasis platform yang dituju.

Intel XDK cocok untuk developer pemula maupun yang telah berpengalaman serta menyediakan alur kerja yang telah disederhanakan untuk membuat developer dapat dengan mudah merancang, membangun, dan deploy aplikasi web maupun hybrid di beberapa toko aplikasi dan beragam jenis perangkat.

Dengan menggunakan intel XDK developer aplikasi dapat dibuat untuk beberapa jenis perangkat, Android, iOS dan Windows 8 menggunakan Cordova.

intel_xdk_developer_cordova

Juga bisa untuk membuat Web App dan Chrome.

Developer dapat memulai pengembangan aplikasi dari nol atau bisa menggunakan proyek demo yang telah ada atau template lainnya. Pengetikkan kode menggunakan HTML5 Brackets Editor yang berbasis open source. HTML5 Brackets Editor menyediakan beberapa fitur yang akan mempermudah developer seperti penyelesaian koding otomatis dan menyediakan semua tool siklus siklus pengembangan aplikasi yang relevan untuk debugging, membangun, dan menguji aplikasi.

 

Selain itu ada juga Ionic Framework,

Ionic adalah platform yang mentargetkan Programer Web agar bisa membuat aplikasi Mobile dengan TEKNOLOGI Web. Artinya apa? Programmer web yang ingin menjadi programer Mobile tidak perlu belajar Java atau Objective C atau C# untuk membuat versi Aplikasi dari layanan webnya. Inilah pandangan dari pendiri Ionic. Sebelumnya, pendiri ionic ingin membuat gebrakan revolusioner dengan konsep mengubah konsep Write one Run Anywhere dengan satu base code berbasis javascript.

Ternyata, ketika ide ini disampaikan ke para programer Android atau iOS, ide ini tidak disambut hangat. Mengapa? karena tidak semua bisa dilakukan dengan teknologi web. Salah satunya adalah pemrograman Game di Smartphone yang memanfaatkan openGL ES atau aplikasi yang sangat tergantung Sensor. Dari sinilah pengembang Ionic akhirnya mempivot targetnya adalah untuk para programer web yang ingin membuat aplikasi mobile (biasanya aplikasi bisnis) tanpa harus belajar bahasa pemrograman lain.

Kelebihan Ionic Framework

Jadi jika anda punya website atau WebApp dan ingin dibuatkan aplikasi mobilenya, Ionic Framework adalah pilihan yang tepat, mpeskipun juga saat ini tersedia framework lain yang cukup baik dibandingkan dengan Ionic Framework.

Ionic Menggunakan lisensi Opensource

Ionic platform menggunakan lisensi opensource, anda boleh membuat aplikasi free ataupun comercial dengan Ionic.

Menggunakan teknologi web terbaru

Ionic memanfaatkan AngularJS untuk implementasi logicnya. Mengapa tidak memakai jQuery? karena jQuery terkenal lambat di mobile sedangkan Angular menawarkan performa dan respon cepat serasa aplikasi native.

Target Hanya untuk Android 4 dan ios 7 Keatas

Anda bisa melihat ini sebagai kelebihan ataupun kekurangan. Bagi yang suka dengan hal baru dan ingin kode yang bersih tanpa memikirkan kompabilitas dengan versi mobile OS lama, maka ionic adalah platform yang paling pas.

Berbasis Apache Cordova /Phonegap

Perhatikan point ini. Ionic hanya menyediakan frameworknya, untuk membungkusnya menjadi aplikasi Android atau iOS anda tetap pakai phonegap. Artinya bagi para programer phonegap dengan platform lain, keahliannya tetap bisa dipakai.

 

dan selain itu ada Lib GDX https://libgdx.badlogicgames.com/.

libGDX

LibGDX merupakan suatu game-development framework yang dikembangkan oleh LibGDX sendiri dimana sebagian besar framework ini ditulis dalam bahasa java meskipun pada beberapa komponen ditulis menggunakan C++. LibGDX bersifat cross platform dimana game yang dihasilkan dapat di jalankan pada beberapa platform seperti Windows, Linux, Mac OS X, Android, WebGL dan iOS. LibGDX dapat di download secara gratis di situs resmi libGDX.

Proses development libGDX secara umum menggunakan bahasa pemrograman java dan sesuai dokumentasi resmi libGDX disarankan untuk menggunakan editor eclipse, meskipun pada penerapannya dimungkinkan untuk menggunakan editor lain seperti Intelij Idea. Sekedar info, pengembangan game menggunakan libGDX yang menggunakan editor Intelij Idea akan memerlukan konfigurasi proyek tambahan agar game bisa berjalan, berbeda dengan menggunakan eclipse yang tinggal import dan siap digunakan.

Hampir sama seperti Unity, meskipun libGDX tersedia untuk berbagai platform namun kelebihan libGDX ini adalah proses development dan debugging dapat dilakukan hanya dengan menggunakan komputer desktop (dalam hal ini saya menggunakan windows) tanpa memerlukan perangkat lain. Setelah debugging siap maka kita dapat melakukan compile dan uji coba sesuai dengan platform yang diinginkan. Hal ini sangat memudahkan karena proses compile dan running program menjadi lebih cepat.

Untuk urusan math dan physic, libGDX secara default menyerahkan kepada Box2D sebagai physic engine-nya. Bagi Anda kalangan game developer mungkin sudah sangat familiar dengan physics engine yang satu ini. Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, yang jelas Physics engine yang satu ini sudah sangat terkenal dan tidak diragukan lagi kemampuannya.

Pada libGDX juga tersedia berbagai 3rd party component, seperti tween engine (untuk membuat animasi menjadi smooth), box2d (seperti yang dijelaskan diatas), dan berbagai tools 3rd party lainnya (misal untuk multi player, leaderboard, dsb).

Beberapa fitur-fitur lainnya adalah libGDX mampu menangani berbagai jenis input seperti keyboard, mouse, touch screen, bahkan lengkap dengan gesture detector. Untuk urusan simpan-menyimpan game dalam libGDX sudah tersedia lengkap semacam kelas berfungsi sebagai file manager. Output file yang disediakan dapat berupa file json maupun xml.

Berikut adalah beberapa kelebihan libGDX
* Gratis, tidak ada splash screen, dan tidak mengharuskan developer untuk melakukan sesuatu apapun. Hasil produknya juga dapat dikomersilkan tanpa harus berbagi keuntungan (royalti) dengan libGDX.
* Mensupport pengembangan game dalam berbagai platform seperti Windows, Linux, Mac OS X, Android, WebGL dan iOS.
* Proses development dan debugging dapat dilakukan langsung di PC, tidak memerlukan perangkat lain seperti Android, iOS, dsb. Baru ketika proses debugging siap dapat dilakukan compile untuk perangkat yang diinginkan.
* Engine Physics sudah disediakan, secara default menggunakan Box2D.
* Save / load game sudah disediakan, dengan output berupa xml writer atau json.
* Tersedia berbagai 3rd party, seperti leaderboard, multi player, tween, dsb.
* Dokumentasi lengkap, serta banyak tutorial bertebaran di internet.
* Performa game cukup tinggi

Berikut beberapa kelemahan libGDX
* Sangat primitif, hanya ada code pada editor eclipse, tanpa tampilan visual. Tampilan visual hanya muncul ketika game di run.
* Cukup sulit untuk pemula, apalagi jika konsep OOP belum lancar akan memakan banyak waktu dalam proses development.
* Proses development relatif lama, apalagi jika dibandingkan dengan game engine berbayar seperti Unity, Flash, dsb. Berdasarkan pengalaman pribadi proses development akan memerlukan waktu 2-3 kali lebih lama dibandingkan dengan menggunakan engine Unity.

 

Selain itu juga ada Appery.io adalah salah satu situs yang pertama kali menawarkan pengembangan aplikasi mobile enterprise dengan backend service terintegrasi dan kaya akan plugin API yang akan menyederhanakan integrasi dengan service cloud dan sistem enterprise. Appery.io menggabungkan kemudahan pengembangan visual dengan kekuatan dari JavaScript untuk membuat aplikasi mobile di berbagai perangkat dengan cepat.

Appery.io sudah cukup dikenal didunia pengembangan aplikasi mobile. Lebih dari 30 situs pernah membahas Appery.io dalam artikelnya sejak tahun 2012. Beberapa diantaranya ialah InfoWorld, SDTimes, TechTarget, CloudTimes, ChinaTimes, infoTech, ComputerWorld, dll.

Appery.io memiliki 5 pilihan paket, yaitu Starter, Standard, Pro, Premium, dan Enterprise. Untuk pengguna awal kita bisa menggunakan paket Starter yang tersedia gratis untuk 1 aplikasi dengan maksimum 3 halaman. Meskipun gratis namun Appery.io tetap memberikan jatah 1.000.000 API call, penyimpanan 1GB, serta tetap memberikan dukungan melalui Customer Service maupun Technical Servicenya. Lebih detail tentang harga tiap paket kunjungi halaman http://appery.io/pricing/.

 

appery.io

 

Karena Appery.io tersedia melalui cloud maka tidak perlu ada yang kita unduh atau pasang, yang kita butuhkan hanya peramban web terkini agar fitur-fitur Appery.io dapat berjalan dengan baik. Tersedia editor visual untuk melakukan drag and drop komponen untuk membangun antarmukanya. Setelah selesai aplikasi yang dibuat tidak hanya tersedia untuk Android tapi juga iOS dan Windows Phone.

 

Selain itu ada juga AppMachine, situs ini dapat kita gunakan untuk membuat aplikasi android maupun aplikasi iOS dengan tampilan yang professional. AppMachine menyediakan antarmuka drag and drop dan dikombinasikan bersama berbagai macam building block yang menawarkan beragam fitur seperti informasi, foto, video, dll.

Sayangnya menggunakan AppMachine cukup menguras kantong. Agar dapat membuat aplikasi Android kita harus mendaftar di paket Plus seharga $49, sedangkan paket yang paling murah yaitu Basic seharga $19 namun hanya menyediakan aplikasi HTML5.

 

AppMachine

Selain beberapa aplikasi diatas mungkin masih ada lagi yang bisa digunakan yang belum disebutkan disini, silahkan ditambahkan jika berkenan di kolom komentar.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *