AKREDITASI SEKOLAH, NILAI UNBK DAN ULASAN ONLINE MENGHADAPI GLOBALISASI DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI ACEH

Artikel Ilmiah ini dikutip dari Jurnal Pencerahan Majelis Pendidikan Aceh Volume 13 nomor 1 tahun 2019. ISSN : 1693-7775

M. Iqbal*

*Coresponding author email: m.iqbal@sman-modalbangsa.sch.id

ABSTRAK

Teknologi digital berkembang begitu cepat dan terus merubah kebiasaan manusia dalam menyelesaikan permasalahannya dalam berbagai bidang. Begitu juga dalam bidang pendidikan, semakin banyak pendidikan di luar sekolah secara online yang mampu memberikan solusi yang bermanfaat dan kreatif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam menunjang proses belajar. Badan Akreditasi Nasional sebagai pelaksana akreditasi di Indonesia telah melakukan banyak hal dalam melakukan pengembangan dalam proses penilaian sebuah lembaga pendidikan sesuai dengan standar penilaian akreditasi. Nilai ujian nasional juga terkadang menjadi ukuran keberhasilan sebuah institusi pendidikan. Namun dengan hadirnya perkembangan revolusi industri 4.0,  dalam bidang pendidikan juga ikut mempengaruhi publik untuk menilai suatu institusi pendidikan dengan cara baru. Perangkingan sebuah lembaga pendidikan memasuki era baru dengan hadirnya penilaian publik dalam aplikasi tertentu dan memiliki fitur ulasan online yang memudahkan masyarakat dalam menentukan penilaian lembaga publik di suatu daerah. Kehadiran fitur tersebut semakin memudahkan dan mendorong berbagai pihak untuk terus mengembangkan diri dengan cara baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara nilai akreditasi sekolah dan nilai ujian nasional dengan ulasan online, dengan fokus pada sekolah di Aceh sebagai studi kasus serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam menghadapi penilaian publik dalam bentuk ulasan online seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Untuk membangun sistem penilaian publik yang baik terhadap sekolah, kita perlu melakukan pengembangan pada Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar PTK, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan  Standar Penilaian sesuai dengan prinsip akreditasi sekolah sehingga terus meningkatkan partisipasi dan penilaian ulasan online untuk seluruh sekolah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sangat erat antara nilai akreditasi sekolah, nilai ujian nasional dan ulasan online. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah harus segera berbenah sebelum memperoleh ulasan yang kurang baik dari publik, sebuah institusi pendidikan akan dinilai oleh publik secara langsung tanpa dijembatani oleh organisasi tertentu seperti sebelumnya, masyarakat dapat langsung mengakses setiap informasi secara mendetail tentang sebuah institusi dalam bidang pendidikan maupun bidang lainnya. Sebuah masukan publik menjadi masukan yang sangat berarti untuk sebuah institusi disamping proses akreditasi yang juga harus terus dilakukan dengan kualitas yang semakin baik.

Kata Kunci: Akreditasi Sekolah, UNBK, Ulasan Online, Revolusi Industri 4.0

PENDAHULUAN

Permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini terlihat pada pembelajaran yang belum berkualitas pada satuan pendidikan, baik lembaga formal maupun nonformal. Pembelajaran yang tidak berkualitas tersebut akan membuat angka pengangguran selalu mengalami kenaikan selama beberapa tahun terakhir (Astri & Latifah, 2016). Dengan demikian, pemerintah atau lembaga mandiri perlu untuk menentukan kelayakan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan melalui kegiatan akreditasi sekolah (Fitri dkk, 2019). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 52 Tahun 2008 disebutkan bahwa terdapat delapan komponen penilaian dalam menentukan akreditasi SMA/SMK yaitu, komponen standar isi, komponen standar proses, komponen standar kompetensi lulusan, komponen standar pendidik dan tenaga kependidikan, komponen standar sarana dan prasarana, komponen standar pengelolaan, komponen standar pembiayaan, dan komponen standar penilaian (Sudjanto dan Bedjo, 2009). Pelaksanaan akreditasi dilakukan secara profesional, terpercaya dan terbuka. Profesional artinya akreditasi dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. Terpercaya artinya akreditasi dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang teruji, proses yang adil dan objektif, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Banyak pihak yang mempunyai pandangan bahwa sekolah yang bermutu adalah sekolah yang terakreditasi A atau B. Lain halnya bila sekolah memiliki akreditasi C. Meskipun sekolah ini sudah memenuhi standar pendidikan tetapi sekolah yang berakreditasi C masih kurang mendapat pengakuan di masyarakat sehingga terkadang disamakan dengan sekolah yang belum terakreditasi (Davis, 2009). Namun seiring dengan dengan perubahan waktu dan teknologi masyarakat harus menyadari bahwa hal yang paling menentukan peringkat akreditasi sekolah adalah kualitas lulusan yang biasanya diukur dengan nilai rata-rata Ujian Nasional dan persentase kelulusan di sekolah tersebut sehingga mengabaikan faktor-faktor lain (Irawan, 2016).

Saat ini revolusi industriitelah mencapai generasiikeempat. Revolusi industriipertamaayang dimulaiisejak 1784 memperkaryakan air dannkekuatan uap untuk mekanisasi pada sistem produksi. Revolusi industri kedua yang dimulai tahun 1870 menggunakan daya listrik untuk melangsungkannproduksi masal, sedangkan revolusiiindustri ketiga yanggdimulai tahun 1969 menggunakan kekuatannelektronik dan teknologiiinformasi untuk otomatisasiiproses produksi. Sekarang duniaatelah memasuki eraabaru revolusiiindustri keempat, diimana kekuatannya bertopang pada revolusiiindustri ketiga (Rahmad dkk, 2018). Perubahan dalam dunia pendidikan juga terjadi, berkolaborasi dapat dilakukan dengan mudah meskipun dengan lokasi yang jauh, sehingga akan membantu dan memudahkan siswa untuk belajar dengan lebih cepat dan tepat sasaran (Raymond, 2016). Disamping itu, perubahan dalam dunia ekonomi dan bisnis juga terjadi dimana beberapa tahun belakangan ini, pembelian online sudah merubah cara hidup manusia dalam melakukan pembelian (Andika & Madjid, 2012). Tanpa melihat produk, masyarakat dapat langsung membeli dengan melihat informasi multimedia yang tersedia seperti foto, video dan deskripsi produk melalui ulasan online.

Ulasan Online ini memberikan nilai tambah yang kaya sebagai suatu referensi baru, berisi pengalaman menggunakan produk, pengalaman pembelian online, dan juga layanan purna jual untuk suatu produk tertentu sehingga secara lebih teliti pembeli dapat melihat tanggapan pembeli lain dalam bentuk rating dan ulasan sebelum membeli (Lafky, 2014). Oleh karena itu, sebuah institusi memiliki kepentingan terhadapan ulasan online dengan memperoleh ulasan yang positif, mampu menangani ulasan negatif dengan baik, serta mengetahui semua ruang online yang berbeda di mana siswa, orang tua, dan anggota komunitas yang lain mungkin berbagi pemikiran tentang institusi tersebut sehingga menjadi masukan yang berarti untuk pengembangan institusi di masa yang akan datang (Kusmantini, 2011).

Review terhadap ulasan online dari perangkat mobile meningkat sangat tinggi dalam waktu yang singkat jika dibandingkan dengan perangkat desktop (Mariani et al., 2019). Penggunaan perangkat mobile smartphone mengalami peningkatan yang semakin cepat seiring dengan fungsi perangkat tersebut dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran untuk pendukung proses belajar mengajar di sekolah (Iqbal et al., 2016). Rentang usia sekolah merupakan pengguna terbanyak sehingga dengan smartphone juga menjadikan siswa semakin mudah menggunakan aplikasi lain yang sejenis, baik yang berhubungan dengan bahan pelajaran, hiburan maupun informasi lainnya. Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini ingin menjelaskan hubungan antara nilai akreditasi sekolah dan nilai ujian nasional dengan ulasan online, dengan fokus pada sekolah di Aceh sebagai studi kasus serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam menghadapi penilaian publik dalam bentuk ulasan online seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Dengan demikian selain orang tua, siswa juga berpeluang untuk memberikan penilaian secara online terhadap sebuah sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajarn menjadi lebih baik.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Adapun penerapan penelitian komparatif pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara nilai akreditasi sekolah, nilai ujian nasional dua tahun terakhir dan nilai ulasan online sebanyak 20 sekolah yang memperoleh nilai UNBK tertinggi di Aceh pada tahun pelajaran 2017 – 2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tiga sumber primer yaitu sebagai berikut:

  1. Sekolah Kita yaitu sekolah.data.kemdikbud.go.id merupakan sebuah situs yang dikelola oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan yang berisi tentang informasi sekolah di seluruh Indonesia.
  2. Pusat Penilaian Pendidikan yaitu puspendik.kemdikbud.go.id juga dikelola oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan yang berisi nilai ujian nasional seluruh sekolah di Indonesia yang juga disajikan dalam bentuk aplikasi desktop dengan nama PAMER UN. Aplikasi PAMER UN (Pengoperasian Aplikasi Laporan Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional) merupakan aplikasi yang di kembangkan oleh puspendik litbang kemdikbud untuk analisis terhadap lembar jawaban siswa dalam ujian nasional.
  3. Google Maps yaitu www.google.com/maps merupakan sebuah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum. Selain itu Google Maps juga mengizinkan pengguna untuk membuat ulasan yang menarik sebagai pujian untuk tempat yang disukai, dan menyampaikan kritik untuk tempat yang tidak disukai dengan memberi rating. Menambahkan foto dan melacak aktivitas setiap saat.

Metode analisis data dilakukan melalui kualitatif deskriptif (Nugroho dan Yusuf, 2016). Selanjutnya data tersebut digabung dalam bentuk tabel menggunakan aplikasi pengolah angka google sheet dan digunakan sebagai data utama dalam melakukan analisis. Analisis secara lebih mendetail dilakukan dengan melakukan uji linearitas pada nilai akreditasi dan nilai ujian nasional dengan nilai ulasan online.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1) Perolehan Hasil UN Tertinggi

Dari jumlah pengguna yang berkontribusi memberikan ulasan pada aplikasi Google Maps terlihat bahwa hanya sekolah sekolah yang memiliki nilai UN tertinggi yang memiliki jumlah pengguna dengan kontribusi terbanyak. Dari hasil ujian nasional pada tahun pelajaran 2017-2018 diperoleh 20 buah sekolah dengan nilai ujian nasional terbaik dari kabupaten/kota di Aceh seperti terlihat pada gambar 1 berikut.

 

 

Gambar 1. Nilai Ujian Nasional Terbaik Dari Kabupaten/Kota Di Aceh

2)    Nilai Akreditasi

Nilai akreditasi yang diambil yaitu nilai akhir dari seluruh penilaian akreditasi yang berasal dari nilai standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar ptk, standar sarpras, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. Dari dua puluh sekolah yang diteliti hanya terdapat 3 sekolah dengan nilai akreditasi B dan 17 sekolah terakreditasi A. Pada tahun 2013 sejumlah sembilan sekolah, tahun 2014 dan 2017 empat sekolah, dan tahun 2016 dua sekolah serta tahun 2015 dan 2018 satu sekolah. Berikut data mengenai jumlah akreditasi tiap tahun.  

Gambar 2. Jumlah Akreditasi tiap Tahun

3)    Nilai UN Tahun Pelajaran 2017/2018

Nilai ujian nasional yang digunakan adalah nilai rata-rata sekolah, yaitu nilai rata – rata dari seluruh mata pelajaran yang diujikan. Nilai rata-rata dari 20 sekolah tersebut mulai dari 53,1 dan tertinggi 77,49 seperti tertera pada gambar berikut.  

Gambar 3. Nilai Rata-rata Ujian Nasional Tahun 2017-2018

4)    Rekapitulasi Ulasan Online

Ulasan online menggunakan ulasan dari aplikasi peta online yang tersedia secara publik oleh penyedia layanan peta Google Map. Ulasan peringkat online tersebut menggunakan rentang maksimum 5 peringkat. Sejumlah 390 pengguna telah memberikan ulasan online dalam bentuk peringkat ranking, namun masing-masing sekolah memiliki ulasan pengguna yang berbeda beda satu sama lain. Untuk beberapa sekolah memiliki ulasan pengguna yang cukup banyak dibandingkan dengan sekolah lainnya, dengan rata-rata 19.5 ulasan, maksimal 74 ulasan dan minimal 1 ulasan, dari gambar berikut terlihat bahwa terdapat 6 sekolah dengan ulasan pengguna diatas 20 ulasan.

Gambar 4. Jumlah Pengguna Ulasan Online

Berdasarkan gambar 4 diatas peringkat ulasan online pengguna merupakan rata-rata dari semua pengguna untuk masing masing sekolah, dengan peringkat yang bervariasi mulai dari 3,7 sampai dengan 5. Sesuai dengan data histogram pada gambar 5 terlihat bahwa terdapat 8 sekolah yang memiliki peringkat ulasan antara 4,3 sampai dengan 4,7 dan 8 sekolah lain memiliki peringkat ulasan antara 4,7 sampai dengan 5.

Gambar 5. Histogram Pengguna Ulasan Online

Berdasarkan gambar 6 diatas jumlah ulasan pengguna sangat sedikit untuk 9 sekolah yang hanya mencapai maksimum 15 ulasan, namun 7 sekolah berikutnya mulai dari 13 sampai 30 ulasan, sebuah sekolah dari 30 sampai 45 ulasan, dua sekolah dari 45 sampai 60 dan satu sekolah yang memiliki ulasan pada rentang  60 sampai 75.

5)    Hubungan Nilai Akreditasi dengan Nilai Ulasan Online

Dari penerapan gabungan nilai akreditasi dan nilai rata-rata ujian nasional terlihat bahwa nilai akreditasi memiliki rentang yang sangat dekat, dengan rentang 17 poin terlihat memiliki pola yang sama dengan penilaian pada ulasan online yang 0,9 poin dengan skala terbesar 5. Berdasarkan gambar 6 terlihat terdapat kemiripan antara nilai akreditasi dan penilaian ulasan online. Namun hanya 4 sekolah dengan ulasan pengguna diatas 35 pengguna yang terlihat linear, sedangkan sekolah lainnya terlihat tidak relevan dengan data nilai akreditasi dan data nilai ujian nasional.

Gambar 6. Hubungan Nilai akreditasi dengan Ulasan Online

Selanjutnya diperlukan analisis yang lebih mendetail dengan melakukan uji linearitas dari ketiga parameter tersebut. Untuk mengetahui linearitas dari nilai akreditasi dan nilai ujian nasional dengan nilai ulasan online maka dilakukan uji linearitas, dari hasil analisis tersebut terlihat bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara nilai akreditasi dan ujian nasional dengan nilai ulasan online berdasarkan nilai signifikansi dan nilai F. Adapun hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Hasil Uji Linearitas Menggunakan Anova

Nilai signifikansi untuk kedua parameter lebih besar dari 0,05 dan begitu juga nilai F hitung lebih kecil yaitu 0,938 dan 0,890 dibandingkan dengan nilai F tabel dengan menggunakan nilai Deviation from Linearity dan nilai Within Groups yaitu 8 dan 10 dan nilai F tabel pada signifikansi 0,05 adalah 3,07.

6)    Tantangan sekolah

Dari hasil analisis data diatas terlihat bahwa nilai akreditasi tidak lagi sebagai satu-satunya acuan publik dalam menilai suatu sekolah, banyak faktor lain yang semakin menunjang penilaian masyarakat. Selain peringkat nilai UN dan dengan hadirnya ulasan online dalam aplikasi peta yang dapat diakses oleh siapa saja dan langsung dapat memberikan kontribusi terhadap sebuah lokasi yang berisi sekolah atau institusi tertentu. Prinsip keterbukaan publik yang semakin hari semakin berkembang menyebabkan sebuah institusi tidak lagi hanya dinilai oleh lembaga resmi milik pemerintah, namun siapa saja dapat menilai seluruh aspek yang berhubungan dengan masyarakat. Sekolah sebagai salah satu institusi pemerintah yang mendidik calon pemimpin di masa yang akan datang haruslah terus berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut.

7)    Sekolah di Era Revolusi Industri

Sebagai sebuah institusi yang hadir untuk mencerdaskan bangsa, sekolah tidak lagi hanya memiliki target pada nilai nilai tertentu, namun lebih kepada manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setelah seorang peserta didik sebagai anggota masyarakat menyelesaikan pendidikan dan memberikan kontribusi secara langsung terhadap perkembangan masyarakat di sekitarnya. Pendidikan seharusnya menjadikan seorang peserta didik tidak hanya bersekolah, namun benar benar belajar untuk dirinya sendiri dan juga bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya.

Revolusi industri 4.0 menjadikan umat manusia harus lebih kreatif dibandingkan pada era sebelumnya, karena kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang tidak dapat tergantikan oleh mesin dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, dan diharapkan pendidikan di Indonesia dan khususnya di Aceh juga semakin berkembang di masa yang akan datang.

KESIMPULAN

Teknologi semakin mempengaruhi cara pandang masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap sebuah institusi pendidikan, khususnya sekolah tingkat menengah atas. Globalisasi semakin nyata terlihat dalam dunia pendidikan yang mendorong sebuah sekolah untuk semakin berkembang dan sejalan dengan semangat pendidikan baik di tingkat daerah, nasional bahkan di tingkat internasional. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa partisipasi publik secara global semakin diperhitungkan dalam penilaian maupun dalam mengambil kebijakan lain terhadap sebuah sekolah.

Sebuah masukan publik menjadi masukan yang sangat berarti untuk sebuah institusi disamping proses akreditasi yang juga harus terus dilakukan dengan kualitas yang semakin baik.  Sesuai dengan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan setelah menempuh jenjang pendidikan tertentu peserta didik diharapkan dapat menjadi manusia yang mandiri dan dapat hidup dengan ilmu yang dimilikinya sehingga pada akhirnya sebuah sekolah dapat menghasilkan siswa yang  memiliki jiwa entrepreneurship.


DAFTAR PUSTAKA

Andika, M., & Madjid, I. (2012). Analisis Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Efikasi Diri terhadap Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Eco-Entrepreneurship, 1(1), 190–197.

Astri, W., & Latifah, L. (2016). Pengaruh Personal Attributes, Adversity Quotient dengan Mediasi Self Efficacy Terhadap Minat berwirausaha. Journal unnes, 5(2), 519–531.

Davis, B. (2009). The Essentials of School Leadership. Singapore: SAGE Publication Asia-Pacific Pte Ltd.

Fitri, W., Dwi, F., Salwa, dan Raden, M.S. (2019). Kepemimpinan Kepala Sekolah Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Meningkatkan Akreditasi Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang 12 Januari 2019, 308-312.

Iqbal, M., Yusrizal, dan Subianto, M. (2016). Perancangan Media Pembelajaran Aplikasi Fisika pada Pokok Bahasan Fluida Statis Untuk Siswa SMA Berbasis Android. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Syiah Kuala University, 1 Oct. 2016,

Irawan, A. D. (2016). Revolusi Industri 4.0 : Dampak dalam Berbagai Aspek. Essay.

Kusmantini, T. (2011). Analisis Pengaruh E-Readiness Factors terhadap Intensi UKM Adopsi e-Business. Seminar Nasional  Kewirausahaan Dan Inovasi Bisnis 1Untar, 46–61.

Lafky, J. (2014). “Why Do People Rate? Theory and Evidence on Online Ratings”. Games and Economic Behavior, 87, 554–570.

Mariani, Marcello M, and Ulrike, G. (2019). “Online Reviews: Differences by Submission Device.” Tourism Management, 70, 295–298.

Mesarosh, Karl, and Fu-Shing Sun. (2017). “A Framework for Analyzing Online Customer Ratings.” 25th International Conference on Systems Engineering (ICSEng)

Nugroho, dan Yusuf, S. (2016). “Implementasi Data Warehouse Dan Data Mining Untuk Pengembangan Sistem Rekomendasi Pemilihan SMA.” Khazanah Informatika: Jurnal Ilmu Komputer Dan Informatika, 2(2), 49-54 “Penyelarasan Standar Nasional Pendidikan Dan Sistem Akreditasi.” BSNP Indonesia, bsnp-indonesia.org/2018/10/10/penyelarasan-standar-nasional-pendidikan-dan-sistem-akreditasi/.

Rahmad, I., Ahmad, D, dan Machmud, S. (2018). Kontribusi Minat Berwirausaha dan Self Efficacy terhadap Kesiapan Berwirausaha di Era Revolusi Industri 4.0 Mahasiswa Teknik Informatika se-Malang. Jurnal Pendidikan:  Teori, Penelitian, dan Pengembangan,  3(7), 945-954.

Raymond, T. (2016). Industri 4.0: Revolusi Industri Abad Ini dan Pengaruhnya pada Bidang Kesehatan dan Bioteknologi.  Research Gate.

Sujanto dan  Bedjo. (2009). Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah; Metode Pengelolaan Sekolah dan Otonomi Daerah. Jakarta: Sagung Seto

*Artikel Ilmiah ini diambil dari Jurnal Pencerahan Majelis Pendidikan Aceh Volume 13 nomor 1 tahun 2019. ISSN : 1693-7775

Jurnal Pencerahan Majelis Pendidikan Aceh

Pengelola
Drs Zuhri, MM
Helmi, SK. H
Adnan, S. Sos, MM
Muhammad Hafiz, LC, MA

Redaktur Pelaksana
Prof. Dr. Abdi A. Wahab, M.Sc
Dr. Muhammad Syukri, S.Pd., M. Ed
Fajran Zain, Ph.D
Dr. Alia Rizki, M.Sc
Munawarah Al Bahri, S.Ag. M.Pd

Setting Layout
Dr. Asmawati Husaini, MA
Nur Adila, A.Md

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *