Penyusunan ruang lingkup materi IPA (Fisika) Fase E (Kelas X) berikut mengacu langsung pada dokumen resmi Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025 (Lampiran II, Bagian VII: Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam).

Pada struktur Kurikulum Merdeka Fase E, IPA dapat diajarkan secara terpisah per rumpun ilmu (Fisika, Kimia, Biologi) maupun secara terpadu melalui unit of inquiry (projek pemecahan masalah multidisiplin).

I. Rumusan Resmi CP IPA Fase E (Fokus Fisika & Sains Terpadu)

1. Elemen Pemahaman IPA (Cakupan Fisika)

“…menggunakan sistem pengukuran dalam kerja ilmiah; menganalisis gerak dua dimensi; menganalisis pemanfaatan energi alternatif untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi; … dan menerapkan konsep IPA untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim.”

2. Elemen Keterampilan Proses

Keterampilan proses sains diterapkan sebagai satu kesatuan utuh yang melatih nalar inkuiri murid:

  • Mengamati: Mengamati fenomena dan mencatat karakteristik objek penyelidikan.
  • Mempertanyakan dan Memprediksi: Merumuskan pertanyaan ilmiah dan mengajukan hipotesis.
  • Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Merancang prosedur, mengendalikan variabel, serta menggunakan instrumen pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat dengan memperhitungkan potensi kekeliruan.
  • Memproses, Menganalisis Data dan Informasi: Menyajikan data dalam tabel/grafik/model, menganalisis pola relasi data, serta menarik kesimpulan berbasis bukti ilmiah.
  • Mengevaluasi dan Refleksi: Mengidentifikasi ketidakpastian pengukuran, mengevaluasi kesimpulan alternatif, serta merumuskan cara meningkatkan mutu data.
  • Mengomunikasikan Hasil: Menyajikan laporan investigasi secara utuh dan sistematis dengan argumentasi yang relevan.

II. Pemetaan Materi Pokok IPA Fisika Fase E (Kelas X)

Berdasarkan deskripsi kompetensi pada Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, lingkup materi Fisika Kelas X terbagi ke dalam empat unit pembelajaran esensial:

NoUnit PembelajaranRuang Lingkup Materi EsensialIndikator Kompetensi / Tujuan Pembelajaran (TP)Aktivitas Laboratorium & Konteks Nyata
1Hakikat Fisika & Pengukuran Ilmiah• Besaran pokok, besaran turunan, dan dimensi.

• Prinsip kerja dan penggunaan alat ukur (jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca teknis, stopwatch).

• Kaidah angka penting dan notasi ilmiah.

• Nilai skala terkecil (NST), ketelitian, presisi, serta analisis ketidakpastian pengukuran tunggal dan berulang
undefinedundefined.
Menggunakan sistem pengukuran presisi dalam kerja ilmiah serta menyajikan data hasil pengukuran lengkap dengan nilai ketidakpastiannya.Pengukuran dimensi mikro (ketebalan kertas/kawat, diameter dalam/luar pipa) menggunakan mikrometer dan jangka sorong serta membandingkan akurasinya.
2Kinematika Gerak Dua Dimensi• Vektor posisi, perpindahan, kecepatan, dan percepatan pada bidang 2D.

• Komponen gerak pada sumbu horizontal (x) dan vertikal (y).

Gerak Parabola (Proyektil): titik tertinggi, jangkauan maksimum, waktu tempuh, dan analisis vektor kecepatan di sembarang titik.

Gerak Melingkar Beraturan (GMB): periode, frekuensi, kecepatan sudut (), percepatan sentripetal, dan hubungan roda-roda.
Menganalisis gerak dua dimensi menggunakan representasi vektor matematis dan grafis untuk memprediksi posisi serta kecepatan benda.Penyelidikan lintasan peluru/bola menggunakan aplikasi video tracking (seperti Tracker) atau simulasi PhET proyektil dengan memvariasikan sudut elevasi dan kecepatan awal.
3Energi Terbarukan & Pemanfaatan Energi Alternatif• Bentuk-bentuk energi (kinetik, potensial, termal, kimia, listrik).

• Hukum Kekekalan Energi dan transfer energi.

• Sumber energi tak terbarukan (fosil) vs terbarukan (surya, angin, air, biomassa, geotermal).

• Prinsip konversi energi dan perhitungan efisiensi .

• Urgensi transisi energi dan krisis ketersediaan energi.
Menganalisis ketersediaan sumber energi lokal dan merancang solusi pemanfaatan energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.Rancang bangun prototipe sederhana konverter energi ramah lingkungan (misalnya miniatur kincir angin pembangkit listrik mini, solar cooker, atau panel surya mini bersistem pengukuran voltmeter/amperemeter).
4Fisika Lingkungan: Mitigasi Perubahan Iklim (Unit Terpadu)• Efek rumah kaca secara fisis: keseimbangan radiasi termal bumi, absorpsi gelombang inframerah oleh gas atmosfer.

• Fenomena kenaikan suhu global dan anomali cuaca.

• Jejak karbon (carbon footprint) dari konsumsi energi rumah tangga/industri.

• Strategi mitigasi berbasis teknologi efisiensi energi dan arsitektur pasif ramah lingkungan.
Menerapkan konsep fisika (kalor dan transfer radiasi) untuk membedah akar penyebab pemanasan global serta mengusulkan aksi mitigasi perubahan iklim.Eksperimen pemodelan efek rumah kaca menggunakan botol tertutup/terbuka dengan termometer digital di bawah paparan radiasi lampu pijar/sinar matahari, serta audit energi listrik mandiri di lingkungan sekolah/rumah.

III. Integrasi Pendekatan Unit of Inquiry (Pembelajaran Berbasis Masalah)

Dokumen BSKAP 046/2025 menekankan bahwa pada Fase E, topik energi dan perubahan iklim sangat ideal dieksekusi dengan model terpadu (unit of inquiry):

  1. Topik Masalah Autentik: “Krisis Ketersediaan Energi Listrik dan Dampak Pembangkit Berbahan Bakar Fosil terhadap Perubahan Iklim Global”.
  2. Keterlibatan Multidisiplin:
    • Fisika: Menghitung konversi energi fotovoltaik/kinetik air, efisiensi transfer daya, dan radiasi termal gas rumah kaca.
    • Kimia: Menganalisis reaksi pembakaran hidrokarbon dan pembentukan senyawa emisi gas rumah kaca ($CO_2, CH_4$).
    • Biologi: Mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap pergeseran ekosistem lokal dan keanekaragaman hayati.
  3. Produk Akhir Pembelajaran: Murid menyusun karya ilmiah/infografis atau membuat maket teknologi hemat energi lokal, lalu mempresentasikannya dengan mempertahankan argumen ilmiah berdasarkan data empiris yang telah dikumpulkan.